Thursday, May 13, 2010

Penyembah LoA!?

Penyembah LoA!?



بسم الله الرحمن الرحيم

Alhamdulillah Allah masih memberikan karunia-Nya sehingga saya masih dapat menulis dan berbagi di sini.

Sudah lama memang pikiran saya berkecamuk. Tentang? Yap.. tentang Law of Attraction atau biasa disingkat LoA. LoA dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi Hukum Daya Tarik Menarik, mungkin sudah banyak yang tahu, lalu kenapa saya masih membahasnya? ada apa sih?. Hmm.. oke, tapi saya mau kasih tahu dulu kepada yang masih bertanya 'Hukum apa sih ini?' oke.. kalau mau tau secara ribetnya, definisinya sebagai berikut :

"Hukum tarik-menarik adalah kekuatan menarik magnetik Semesta yang menarik energi yang sama bersama-sama.. Ia mewujudkan melalui kuasa penciptaan, di mana-mana dan dalam berbagai cara. Bahkan hukum gravitasi adalah bagian dari hukum tarik-menarik. Hukum ini menarik pemikiran, ide, orang, situasi dan keadaan."



Itu definisi yang saya dapat dari http://www.successconsciousness.com/law-of-attraction-definitions.htm

Lalu juga ada yang mengartikan :

"Hukum Daya Tarik mengatakan bahwa pikiran (baik sadar dan bawah sadar) dapat mempengaruhi hal-hal di luar kepala, bukan hanya melalui motivasi , tapi dengan cara lain. Hukum Daya Tarik mengatakan bahwa yang seperti keinginan dirinya sendiri yang diambil."

Bingung atau terlalu ribet?

Intinya sih begini.. Nih hukum bilang, apapun yang kita pikirkan pasti bakal kita tarik. Misal, jika kita menginginkan mobil, maka tuh mobil akan 'ditarik' ke arah kita, dan jangan kaget kalau nanti tuh mobil bener-bener berada di depan kita, jadi milik kita!. Ataupun jika kita marah, maka kita akan menarik yang sifatnya mirip dengan marah, biasanya kita bilang kesialan, dimarahin orang lagi, jatoh ke got, dan lain-lain. Hukum tarik-menarik, hukum yang menarik apapun baik kita sadar maupun tidak sadar. Apapun itu.

Kok bisa? Ajaib banget dong? kita bisa dapet apa yang kita inginkan dong semau kita? ya.. begitulah..

Penjelasan Ilmiah sederhananya?

Hukum ini bekerja dalam wilayah fisika quantum. Berbeda dengan fisika newton yang 'terlihat/tampak', dengan fisika quantum kita bisa mengetahui hal-hal yang "tidak terlihat/tidak tampak". Aduh kenapa harus bawa-bawa fisika? puyeng tau!. Hem.. gimana lagi ya, emang harus mengetahui ini dulu kalau mau tau secara teorinya. Mungkin untuk mempermudahnya bisa lihat gambar di bawah ini :



Model di atas saya ambil seperti model dalam buku quantum ikhlas karangan Bapak Erbe Sentanu, jika disederhanakan seperti itu.

Nah, terlihat jelas di situ bahwa benda, molekul, atom, dan partikel masuk ke dalam fisika newton, fisika newton bisa menjelaskan tentang konsep-konsep dan teori yang berhubungan dengan hal tersebut. Sedangkan untuk masalah Quanta dan energi vibrasi, fisika newton tidak dapat menjelaskannya, fisika quantumlah yang dapat menerangkan. Jadi, yang terbesar itu adalah Benda dan yang terkecil bahkan tak terlihat adalah Energi Vibrasi (untuk saat ini, mungkin aja nanti ada penemuan lain hehehe).

Dan ternyata, energi-energi ini bisa kita 'perintah' secara sadar!. Saya sebenernya agak males menjelaskannya secara ilmiah karena bakal panjang lebar dan juga saya nggak berkompeten di bidang fisika yang super ngejelimet, kalau mau tau gimana tentang fisika quantum bisa baca buku-buku karangan om-om saya, seperti Om Albert Einstein, Om Richard Feynman, Om Warner Heisenberg, Om Niels Bohr, dll.

Gimana cara kerja menggunakan LoA? bagaimana cara memerintah energi-energi yang berada di wilayah fisika quantum? Kalau dalam buku The Secret karangan penulis dan produser televisi Australia Rhonda Byrne, ada tiga tahap :
  1. Meminta
  2. Jawaban
  3. Menerima


Maksudnya?

Ya secara sederhana tuh, pertama kita harus meminta apa yang kita inginkan, disuruh membayangkan memakai pikiran, kalau mau tambah powerfull agar energi-energi vibrasinya makin kuat, kita bisa memakai visualisasi nyatanya semisal mau laptop ataupun mau rumah tempel aja gambar yang diinginkan di tempat yang sering kita liat. Kedua, nanti akan ada jawaban-jawaban, entah jawabannya bagaimana, diterima apa nggaknya ditunggu aja. Ketiga, menerima.. izinkan hati menerima semua keinginan kita, jangan ada yang bertentangan. Inti dari 3 tahap ini biar terkabul adalah MENGHAYATINYA.

Ringkasnya, maksud dari Rhonda Byrne adalah :

"Kita cukup menginginkan sesuatu, membayangkan bahwa kita mendapat jawaban dari alam semesta bahwa kita akan memperolehnya, dan kita tinggal menunggu kedatangan apa yang kita inginkan. Alam semesta akan membantu kita mewujudkan apa yang kita inginkan tersebut."

Waw.. keren banget dong, intinya kita tinggal mikir, menghayatinya, maka alam semesta pun akan membantu impian kita? Yak.. memang seperti itu.

Bermula dengan mengetahui ini semua, saya mulai mempraktekkannya. Saya yakin akan hukum ini, karena dari kecil pun saya sudah sering membuktikan cuma kalo dulu sih saya easy going aja nggak memaksakan dipikirkan banget, dan karena ada penjelasan secara sciencenya, saya tambah yakin. Banyak hal ajaib yang akhirnya datang kepada saya. Seneng? iya jelas seneng lah...

Namun, entah kenapa, lama-lama di hati saya kayak ada yang ngeganjel gitu ya?. Keganjel karena menerapkan hukum ini. Saya mencoba merenung, sebenernya ada apa? apa ada yang salah dengan konsep ini? kayaknya bener-bener aja deh. Cukup lama saya merenung, mencari-cari kaitannya, bertanya-tanya, membaca buku-buku dan juga Al-Qur'an dan hadist tentunya.

Tiba-tiba suatu hari saya seperti tersambar geledek, DUAR!.. saya tersadar. Saya tersadar dengan pengalaman saya yang lalu, pengalaman saya yang erat kaitannya dengan LoA ini. LoA ini bisa sangat-sangat merusak akidah nantinya jika sudah mencapai ke titik kesadaran semesta, sebuah titik tentang kepercayaan kita bahwa semesta ini akan membantu kita dalam mencapai impian, apapun itu, bahkan lebih dari itu, kita akan tau rahasia semesta, bukan lagi menginginkan dunia karena dunia itu terlalu kecil. Sebuah hakikat. Kesadaran semesta, kesadaran Universal, dan banyak yang salah kaprah bilangnya kesadaran Spiritual.

Coba dilihat lagi penjelasan ringkas dari Rhonda Byrne:

"Kita cukup menginginkan sesuatu, membayangkan bahwa kita mendapat jawaban dari alam semesta bahwa kita akan memperolehnya, dan kita tinggal menunggu kedatangan apa yang kita inginkan. Alam semesta akan membantu kita mewujudkan apa yang kita inginkan tersebut."

Amati yang saya tebalkan.. resapi maknanya...

Sahabat ku semua, banyak yang akhirnya tergelincir dengan konsep ini. Banyak yang mengira bahwa Alam Semesta itu Tuhan, Alam semesta itu Allah. Jadi, hukum ini seperti ya dicocok-cocokkan.. kalau dalam Islam itu ya alam semestanya itu Allah, jadinya latah, ada hal baru dicocok-cocokkin sama Islam biar di'halal'lin...

Kalau mau tau.. LoA pun adalah salah satu yang menjadi prinsip aliran New Thought. New Thought adalah spiritual gerakan yang dikembangkan di Amerika Serikat selama akhir abad 19 dan menekankan metafisik keyakinan. Ini terdiri dari sekutu longgar kelompok agama , sekuler keanggotaan organisasi , penulis, filsuf , dan individu-individu yang memiliki seperangkat keyakinan metafisik tentang efek dari berpikir positif , dengan hukum tarik-menarik , penyembuhan , kekuatan hidup , visualisasi kreatif dan kekuatan pribadi .

Mereka mempromosikan ide bahwa "Kecerdasan Tak Terbatas" atau "Allah" adalah di mana-mana, semangat adalah totalitas dari hal-hal nyata, kedirian manusia yang sejati adalah ilahi, pikiran ilahi adalah kekuatan untuk kebaikan, penyakit semua berasal dari pikiran, dan 'berpikir benar' memiliki efek penyembuhan.

Ya.. jika kita semakin tercebur dalam konsep LoA, akhirnya LoA telah banyak membuat orang-orang berfikir seperti aliran New Thought. "Wah.. ternyata dengan tidak sholat pun saya bisa tuh mendapatkan apa yang saya inginkan..", "Ah elah.. ngapain bedoa tiap malem kalau kagak tau hakikat LoA ini.. gue kagak usah bedoa kayak biasanya juga bisa dapet.. kan semesta yang bantuin gw..". Akhirnya begitulah, timbul kesadaran semu, ADA RAHASIANYA..!

Semesta pun disamakan dengan Allah. Allah pun disamakan dengan suatu Kecerdasan Tak Terbatas. Allah pun disamakan dengan energi yang sangat luar biasa. Padahal kita udah tau laisa kamistlihi syai'un, DIA tidak sama dengan makhluk ciptaan-Nya. Dia tidak dapat dipersepsikan wujud-Nya. TIDAK BISA DIPERSEPSIKAN WUJUDNYA!. Apakah Allah itu alam semesta?.. coba kita renungkan ayat-ayat ini :

Segala puji bagi Tuhan Semesta Alam (QS 1:2)
..... Tetapi Allah mempunyai karunia (yang dicurahkan) atas Semesta Alam (QS 2:251)
......, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya ( tidak memerlukan sesuatu ) dari Semesta Alam ( QS 3:97 )
....., lalu Kami tiupkan ruh dari Kami dan Kami jadikan dia dan anaknya tanda (kekuasaan Allah) yang besar bagi Semesta Alam (QS 21:91)

Renungkan sahabat, Puji Tuhan Semesta Alam.. Allah mempunyai karunia atas semesta alam.. Allah Maha Kaya ( tidak memerlukan sesuatu ) dari Semesta Alam.. (kekuasaan Allah) yang besar bagi Semesta Alam.. Allah yang punya semesta alam.. Allah bukanlah semesta alam ini...

Maksud saya, jika kita berfikir bahwa semesta yang ada dalam the secret atau apapun itu adalah Allah.. maka kita telah menyamakan alam semesta itu Allah, telah meyakini bahwa alam semesta itu Allah.. alias Alam Semesta=Allah.. walau kita tidak menyadarinya, tapi hakikatnya seperti itu.. kita seperti sudah menarik kesimpulan, menyamakan Allah dengan alam semesta karena mengetahui LoA ini.. ini sangat merusak akidah, sadar maupun tidak sadar...

Saya juga tergugah dengan analisa seseorang tentang LoA ini :

Dalam Alquran menyatakan Allah lah yang menciptakan Alam Semesta. Sunatullah adalah hukum Allah yang DIA tetapkan, apakah logis kalau dia menetapkan suatu hukum sedang dia tunduk atas (berada di dalam) hukum-Nya sendiri. Berarti Dia terhukum atas hukum-Nya ? Harusnya Allah berada di atas hukum-Nya, Allah tidak bekerja sesuai dengan apa yang selalu kita minta, tapi DIA mempunyai kehendak di atas kehendak ciptaan-Nya."

Subhanallah... yap.. kalau kita merenungkan kembali, setiap kita berfikir bahwa LoA ini pasti mengabulkan segala sesuatu dan itu akan dibantu Allah (padahal alam semesta yang dimaksud), maka Allah itu berjalan atas hukum-Nya sendiri dong? Dia terhukum atas hukum-Nya?. Baca lagi kalimat di atas untuk tambah mengerti...

Wah gawat! berarti selama ini saya tertipu? LoA itu nggak ada ya?.

Bukan.. LoA itu tetap ada, karena itu memang sudah Sunnatullah, Hukum Allah. Yang saya kritisi di sini adalah tentang 'Sebenarnya selama ini kita meminta kepada siapa?'. Itu yang menjadi titik persoalannya.. kalau masalah LoA itu berfungsi, sekali lagi.. ini adalah Sunnatullah, dapat kita pahami dari Surat berikut ini :

"Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." (Q.S Ibrahim : 7).

Itulah Sunatullah yang terjadi, kepada semua manusia, baik yang tidak beragama, bukan Islam maupun yang ber-Islam akan sama hukumnya bila mereka bersyukur.

Yap.. maksud saya seperti itu.. konsep LoA ini akan sangat berbahaya bagi akidah kita nantinya, jika memang akidah kita tidak kuat, dan yang kedua akan berbahaya juga jika akidah kita sudah kuat namun jika nanti Allah mengizinkan kita untuk melangkah ke kesadaran semesta ataupun kesadaran universal seperti yang dirasakan aliran New Thought, maka berhati-hatilah, bisa goyah keimanan!.

Sebenernya, kalo mencapai kesadaran universal itu nggak apa-apa sih, cuma wadah akidah dan tauhid diri kita harus kuat untuk menahannya, kalau tidak ada wadah yang muat menampungnya maka akan berceceran deh pemahaman kita, yang akhirnya muncullah nanti 'Semua agama sama', 'Tanpa Ibadah semua bisa didapat asal tau Rahasianya', 'Tuhan adalah kita" dan bla-bla lainnya... (Untuk hal-hal kesadaran seperti yang daritadi saya sebutkan InsyaAllah jika Allah mengizinkan, akan saya bahas..)

Nah.. begitulah perenungan saya.. alhamdulillah sekarang sudah tidak mengganjal lagi...

Lalu, saya pun berkesimpulan.. semua hukum ini ada dalam Law of Allah, klise sekali? seperti diajari pas TK attau SD dulu? Ya anak-anak.. ini semua adalah hukum Allah.. mengerti ya.. besok ulangan yaa? ya.. jika kita tidak menemukan masalah-masalah yang seperti saya kemukakan di atas, namun kalau sudah bertemu.. kata-kata Law of Allah sungguh luar biasa! SUBHANALLAH!

Oiya, kalo begitu kan LoA juga termasuk dalam hukum Allah (Law of Allah), nah.. cuma kan emang seperti surat Ibrahim ayat 7 kalau berusaha.. ya mau dia agama Islam kek mau nggak ya dapet juga kan..? terus kalau hukum Allah tentang tarik menarik ini yang nggak bisa didapet oleh semua manusia bisa dicontohkan dalam kejadian apa?

Hmmm.. menarik.. coba kita lihat ayat ini :

"Perempuan-perempuan yang keji adalah untuk yang keji pula dan laki-laki yang keji untuk wanita-wanita yang keji, sedangkan wanita-wanita yang baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik juga diperuntukkan bagi perempuan-perempuan yang baik….” (QS. An-Nur:26).

Di sini telihat hukum tarik menarik yang baik sama yang baik. Yang keji sama yang keji. Inilah Law of Attraction.

Terus contoh salah satu Law of Allah di dalam kajian LoA dan surat di atas apa?

Ya.. saya dengan yakin bilang.. itulah KEIMANAN.. itulah HIDAYAH.. Baik dan keji dalam Islam dibedakan atas keimanannya.. lihat surat di atas.. SEMESTA ataupun LAW OF ATTRACTION KAGAK BAKAL BISA MEMBERI KEIMANAN ATAU HIDAYAH JIKA ALLAH TIDAK MENGIZINKAN...

Nah.. apakah kesadaran semesta yang membantu kita semua dalam hal tarik menarik ini udah kesadaran tertinggi?

Oiya.. sebagai penutup.. ada satu surat yang bener-bener mencengangkan saya...

"Dan apabila hamba-hamba- Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran." (Q.S Al Baqarah : 186)

Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku

Nah.. pertanyaannya.. kalau selama ini kita mendapat apa-apa dari yang kita pikirkan dan merasa itu semua dapet dari alam semesta atau Hukum Daya Tarik Menarik / Law of Attraction. Jadi.. selama ini, kita memohon kepada siapa dan yang mengabulkan siapa? apa kita hanya menjadi bagian Sunnatullahnya seperti dalam Surat Ibrahim ayat 7 di atas? Hukum Allah apakah sudah kita rasakan?

"Barang siapa yang mengejar dunia dalam kehidupannya, maka ia hanya mendapatkan dunia. Namun, siapapun yang beramal untuk mencari bekal di akhirat nanti, maka ia akan mendapatkan keduanya.. dunia dan akhirat."

Apakah hidayah Allah akan turun kepada kita?

Diri ini hina sekali Ya Allah... Ampuni semua kesalahan dan kesombongan hamba selama ini...

Wallahu a'lam...



Depok, 11 Mei 2010

Muhammad Maula Nurudin Al-haq
~sebagai nasihat untuk diriku juga.. semoga Allah memberikan kenikmatan Istiqomah-Nya kepada kita semua... Amieen..

www.lantunanhujan.blogspot
.com

~~
Untuk menambah wawasan tentang bagaimana menyikapi LoA ini bisa baca notesnya Kang Zen juga tentang Arti Ar-rohman dan Ar-rohim (Memahami lebih dalam tentang LoA dan LoU) di :
http://www.facebook.com/profile.php?id=1413930635#!/note.php?note_id=10150175767755104

Barakallahu fiik...
If you have enjoyed this entry. Please feel free to bookmark it using your favorite social bookmarking site

1 comment:

  1. Halo..salam kenal..
    Tulisannya menarik...menurut saya Law of Attraction ini adalah penjelasan ilmiah dari ilmu ketuhanan yang kita anut selama ini melalui agama, mungkin dalam hal ini saya dan Anda merupakan muslim.

    Bagi saya keimanan itu abstrak sifatnya, jadi adanya ilmu seperti Law of attraction maupun Fisika Quantum menjelaskan pada kita sebenarnya semua kekuasaan Allah di dunia ini dapat dipelajari juga ilmiahnya. Buat saya pribadi, ketika semua yang kita percayai lewat kitab suci menjadi penjelasan yang begitu nyata dan ilmiah membuat saya lebih menjadi beriman kepada Allah.

    Sampai saat ini, saya masih mempraktikkan Law of Attraction ini dikombinasikan dengan Quantum Ikhlas yang saya sudah pelajari, dan Subhanallah sangat berguna bagi kehidupan saya. Saya jadi lebih mudah mensyukuri apa yang saya punya ketimbang mencari2 masalah baru yang bisa menambah beban pikiran saya.


    ReplyDelete